LEBAK, INST-Media.id – Jalur turunan ekstrem di kawasan Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, kembali menelan korban jiwa. Banyak pengendara motor, terutama yang baru pertama kali melintasi jalur ini, dilaporkan tewas atau luka-luka parah setelah terjun ke jurang karena kehilangan kendali akibat rem blong.
Jalan sepanjang 1,2 kilometer ini tampak mulus dan menurun tajam. Namun, justru di situlah letak bahayanya. Banyak pengendara terlena, tidak menyadari betapa curam dan licinnya jalan, apalagi saat musim hujan. Begitu kendaraan kehilangan grip atau rem bermasalah, pengendara langsung meluncur tanpa kendali ke jurang yang dalamnya puluhan meter.
Warga setempat menyebut jalur ini sebagai “jalur maut”. Setiap beberapa bulan, selalu ada korban. Umumnya, para korban berasal dari luar daerah seperti Jawa Barat atau wisatawan yang menuju Pantai Sawarna. Banyak dari mereka tersesat karena mengikuti aplikasi penunjuk jalan yang mengarahkan ke jalur tercepat, tanpa tahu risikonya.
“Sudah banyak korban jiwa. Kami sering temukan motor hancur dan korban di dasar jurang,” ujar Jaro Atok, tokoh masyarakat setempat, Sabtu (3/5/2025).
Ia menambahkan bahwa warga telah berulang kali mengusulkan agar pemerintah membangun pembatas jalan dan memasang rambu-rambu peringatan.
Sayangnya, hingga kini belum ada tanggapan serius dari pihak berwenang. Pemerintah desa bahkan berencana membangun penahan darurat dari pasir dan ban bekas untuk memperlambat laju kendaraan sebelum masuk tikungan berbahaya.
Warga berharap tragedi demi tragedi ini bisa membuka mata pemerintah untuk segera bertindak. Tanpa pengamanan jalan yang memadai, jalur Citorek akan terus menjadi perangkap maut bagi pengendara yang tak waspada.*(RED)



