Friday, April 17, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenPeringati Harkitnas ke-117, Warga Cikamunding Lebak Tanam Pohon Kemuning di Bukit Indah...

Peringati Harkitnas ke-117, Warga Cikamunding Lebak Tanam Pohon Kemuning di Bukit Indah Pasirpeti

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

LEBAK, INST-Media.id – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 di Desa Cikamunding, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten diisi dengan kegiatan bermakna. Bersama Kemuning Institute, pemerintah desa dan masyarakat menggelar mimbar bebas, dialog publik, serta penanaman pohon di kawasan Bukit Indah Pasirpeti (BIP), Rabu (20/5/2025).

Sebanyak 91 pohon ditanam secara simbolik, terdiri dari 12 pohon kemuning, 4 eucalyptus, dan 75 mahoni. Jumlah tersebut memiliki makna historis. “12 Maret 1975 adalah hari berdirinya Desa Cikamunding secara definitif. Tahun ini, desa kami genap berusia 50 tahun,” ungkap Kepala Desa Cikamunding, Jaro Alev, Selasa (20/5/2025).

Baca juga:  Dibalik Jalur Ekstrem Ini, Tersembunyi Surga Alam Situ Cikamunding yang Bikin Lupa Pulang!

Menurutnya, Harkitnas adalah momentum penting untuk menguatkan semangat persatuan dan kebangkitan dari desa. “Desa adalah ujung tombak pembangunan. Dengan menanam pohon, kami menanam harapan dan keberlanjutan,” jelasnya.

- Advertisement -
space iklan 300x250
Baca juga:  Dorong Perputaran Ekonomi Desa, Kopdes Merah Putih Resmi Diluncurkan di Cikamunding Lebak

Nama ‘Cikamunding’ sendiri berasal dari pohon kemuning yang dahulu banyak tumbuh di wilayah itu. “Pelestarian pohon kemuning adalah bagian dari menjaga identitas desa,” tambahnya.

Kegiatan diawali dengan pembacaan dan penandatanganan Piagam Cikamuning Jaya, yang disaksikan para tokoh masyarakat, tetua adat, tokoh agama, pemuda, dan warga setempat.

- Advertisement -
space iklan 300x250
Baca juga:  Skandal Teror Investasi di Cikamunding! Warga Desak Polisi Tangkap Dalang Sabotase Proyek PLTMH

Ketua Kemuning Institute, Febi Caraka, menyampaikan bahwa peluncuran wilayah konservasi BIP ini adalah langkah awal dari gerakan kolektif masyarakat menjaga kelestarian lingkungan. “Ini bukan seremoni biasa, tapi bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini mendorong kesadaran ekologis berbasis kearifan lokal dan menjadi titik awal kebangkitan masyarakat dalam menjaga ruang hidupnya secara bermartabat. *(RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular