PANDEGLANG, INST-Media.id – Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan paling mulia dalam Islam. Di dalamnya, ada tiga hari istimewa yang sayang banget untuk dilewatkan: Tarwiyah (8 Dzulhijjah), Arafah (9 Dzulhijjah), dan Idul Adha (10 Dzulhijjah). Ketiganya punya keutamaan luar biasa, terutama bagi umat Muslim yang tidak sedang berhaji.
Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Hari Tarwiyah jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah. Meskipun tidak ada hadits yang secara langsung menyebutkan keutamaan khusus dari puasa ini, banyak ulama menganjurkan karena termasuk dalam 10 hari terbaik di bulan Dzulhijjah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal salih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” (HR. Bukhari)
Dengan berpuasa di hari ini, kita ikut memperbanyak amal baik yang dicintai Allah SWT.
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Inilah hari dengan pahala besar! Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Namun, puasa ini hanya dianjurkan untuk yang tidak sedang menunaikan haji. Selain menghapus dosa, hari Arafah juga menjadi momen yang sangat baik untuk berdoa, berdzikir, dan memperbanyak amal.
Idul Adha (10 Dzulhijjah)
Idul Adha adalah hari raya besar umat Islam. Di hari ini, kita tidak diperbolehkan berpuasa. Sebaliknya, kita disunahkan untuk bersyukur, merayakan, dan berbagi lewat penyembelihan hewan kurban.
Idul Adha juga menjadi simbol ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah. Melalui kurban, kita diajak belajar ikhlas, berbagi, dan peduli terhadap sesama.
Dengan menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah, lalu merayakan Idul Adha dengan penuh rasa syukur, kita bisa meraih pahala besar dan semakin dekat dengan Allah SWT. Yuk, manfaatkan momen langka ini sebaik mungkin! *(NSA/RED)



