TANGERANG, INST-Media.id – Tumpukan sampah di Kota Tangerang bukan lagi sekadar masalah, tapi kini menjadi sumber energi alternatif yang berguna untuk industri.
Lewat program pengolahan sampah menggunakan mesin RDF (Refuse Derived Fuel), sampah rumah tangga di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, diolah menjadi bahan bakar pengganti batu bara.
Setiap hari, TPA ini menampung hingga 1.500 kubik sampah dari 13 kecamatan. Namun, berkat kerja sama antara Pemkot Tangerang dan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), sebagian besar sampah plastik dan organik langsung diproses menggunakan mesin RDF.

Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menjelaskan bahwa satu mesin RDF mampu menghasilkan hingga 4 ton bahan bakar. Kota Tangerang sendiri telah memiliki tiga unit mesin. “Ini sangat efektif untuk kurangi sampah sekaligus bantu industri,” ujarnya, kepada wartawan, Rabu (28/5/2025).
Direktur Manufacturing PT SBI, Soni Asrul Sani, menyebut RDF dari Tangerang dipakai untuk produksi semen. “Kami manfaatkan sampah rumah tangga jadi bahan bakar ramah lingkungan,” katanya.
Dengan inovasi ini, sampah yang tadinya jadi beban, kini berubah jadi energi bermanfaat. Selain lebih ramah lingkungan, program ini juga menjadi langkah nyata mengurangi ketergantungan pada batu bara. *(RED)



