SERANG, INST-Media.id – Ratusan guru dari jenjang SMA, SMK, dan SLB di bawah naungan Pemprov Banten menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara, Kota Serang, Banten pada Kamis (2/7/2025). Mereka menuntut kejelasan pembayaran tunjangan jabatan tambahan yang belum cair sejak Januari hingga Juli 2025.
Aksi berlangsung ricuh saat para guru mendorong pagar gedung dan berteriak menuntut hak mereka. Mereka mengaku sudah melaksanakan semua kewajiban sebagai wakil kepala sekolah, wali kelas, pembina ekskul, hingga ketua jurusan, namun tidak menerima sepeser pun dari tunjangan tersebut.
“Kami bekerja siang malam, tapi hak kami diabaikan. Kalau begini terus, kami siap mogok massal,” tegas Ari Nuryadi, koordinator aksi.
Tak hanya itu, mereka juga menyoroti nasib calon pengawas yang sudah lulus seleksi sejak tahun lalu, namun belum juga diangkat tanpa alasan jelas.
Para guru memberi ultimatum. Jika tidak ada penyelesaian segera, mereka siap menggelar aksi lanjutan dengan massa lebih besar. Bahkan, opsi mogok kerja massal dan mundur dari tugas tambahan sudah disiapkan.
“Ini bukan soal minta lebih, tapi soal hak yang seharusnya dibayarkan seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Ari.
Jika tuntutan mereka tidak ditanggapi, bukan tidak mungkin roda organisasi sekolah di Banten akan lumpuh karena para guru kunci siap meninggalkan posisinya. *(RED)



