PANDEGLANG, INST-Media.id – Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, belum menunjukkan tanda-tanda surut hingga Selasa (3/12/2024) malam. Sejak meluapnya Sungai Cilemer, air terus merendam ratusan rumah dengan ketinggian mencapai 50 hingga 120 cm. Kondisi ini membuat warga harus bertahan di rumah, sementara akses jalan di beberapa titik terputus.
Selain menghadapi genangan air, warga kini dihadapkan pada ancaman lain yang tak kalah mengerikan. Buaya muara yang diduga berasal dari Sungai Cilemer dilaporkan masuk ke area permukiman.
Kepala Desa Idaman, Ilman, mengungkapkan bahwa 410 kepala keluarga terdampak banjir ini. “Kami terus mengingatkan warga untuk tidak keluar rumah demi keselamatan, terutama karena adanya laporan kemunculan buaya,” katanya, Selasa, (3/12/2024).
Salah satu warga, Asrori, mengaku tetap bertahan di rumah meskipun air sudah masuk ke dalam. “Kami sudah terbiasa dengan banjir, tapi kali ini lebih parah karena adanya buaya. Kami jadi takut keluar rumah,” ujar Asrori.
Untuk membantu warga yang terisolasi, petugas mendistribusikan bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok langsung ke rumah-rumah. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko warga beraktivitas di area banjir yang berpotensi berbahaya.
Sementara itu, intensitas hujan yang masih tinggi membuat ketinggian air terus meningkat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang memantau perkembangan situasi dan bersiap mengevakuasi warga jika diperlukan.
“Kami berharap warga tetap waspada dan mematuhi imbauan untuk tidak keluar rumah selama banjir ini berlangsung. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tambah Ilman.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir maupun serangan buaya. Namun, warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk menangani banjir dan mengamankan lingkungan mereka.
Laporan: Tim INST-Media.id



