PANDEGLANG, iNST-Media.id – Banjir hebat melanda dua kecamatan di Kabupaten Pandeglang, yaitu Kecamatan Labuan dan Kecamatan Jiput, pada Jumat (7/3/2025). Ratusan Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi di tengah pelaksanaan ibadah puasa Ramadan, menyusul luapan Sungai Cipunten Agung yang merendam pemukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang melaporkan sejumlah desa di Kecamatan Labuan dan Kecamatan Jiput menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir hingga Jumat (7/3/2025) pukul 11.00 WIB.
Kecamatan Labuan:
- Kp Cipunten Agung, Desa Teluk: 70 KK
- Komplek BTN Sentul, Desa Teluk: 220 KK
- Kp Sukawi dan Kp Kadu Gareng, Desa Kalanganyar: 30 KK
- Perumahan Bumi Caringin, Desa Caringin: 100 KK
Kecamatan Jiput:
- Desa Jiput: 60 KK
- Desa Banyuresmi: 20 KK
- Desa Citaman: 2 KK
- Desa Sampang Bitung: 20 KK
Banjir terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang sejak Kamis malam (6/3/2025). Air sungai meluap sekitar pukul 3 pagi, membuat warga panik, terutama yang tengah bersiap untuk makan sahur. “Airnya tiba-tiba masuk dengan deras. Kami panik, sahur pun tidak tenang. Banyak yang bahkan tidak sempat makan sama sekali,” ungkap Tri Kuswanti, warga Desa Teluk.
Situasi semakin mencekam ketika ketinggian air mencapai 40-80 cm. Warga membuat bunker darurat di dalam rumah untuk menyelamatkan anak-anak dan barang berharga. “Kami hanya bisa berdoa agar air segera surut,” ujar Ki Sunda, relawan Kampung Siaga Bencana.
BPBD Kabupaten Pandeglang bergerak cepat menurunkan tim penyelamat dengan perahu karet. Evakuasi difokuskan pada anak-anak dan lansia yang terjebak di rumah mereka. Beberapa warga mengungsi ke rumah kerabat, sementara lainnya memilih bertahan dengan memanfaatkan bunker seadanya.
Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan, terutama logistik dan kebutuhan pokok. Mereka juga mengusulkan pembangunan tanggul dan pengerukan Sungai Cipunten Agung untuk mencegah banjir terulang. “Setiap hujan deras, sungainya pasti meluap. Butuh perhatian serius agar kami tidak terus-terusan kebanjiran,” tambah Tri Kuswanti.
Di tengah bencana ini, rasa empati dan kebersamaan warga Pandeglang tetap terjaga. Bulan Ramadan yang penuh berkah menjadi momentum bagi masyarakat sekitar untuk bahu-membahu membantu korban banjir.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang memastikan akan melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana secara cepat dan tepat. Bantuan logistik akan segera disalurkan, dan upaya penanganan banjir jangka panjang juga akan diprioritaskan.
Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dan melaporkan kondisi darurat melalui layanan BPBD agar penanganan lebih cepat dan efektif. *(RED)



