SERANG, INST-Media.id – Warga Kelurahan Sawah Luhur, Kota Serang, ramai-ramai menggelar aksi protes terhadap proyek pengurugan lahan yang rencananya akan dibangun menjadi pabrik. Aksi ini dipicu oleh keresahan warga akibat truk lalu-lalang dan debu yang mencemari lingkungan sekitar.
Sudah dua minggu proyek tersebut berjalan nyaris tanpa henti, siang dan malam. Sekitar 50 truk tanah setiap hari melintasi kawasan padat penduduk, melewati lima kampung dan tiga sekolah. Debu dari material tanah membuat jalanan kotor, warung-warung terpaksa tutup, dan aktivitas sekolah terganggu.
“Debunya sampai masuk rumah. Anak-anak susah belajar, warung saya sepi karena pelanggan malas mampir,” keluh Ikbal Sabihis, warga setempat, Senin (19/5/2025).
Tak hanya soal polusi, proyek ini juga disebut belum mengantongi izin lingkungan (AMDAL) dan mengabaikan standar keselamatan kerja. Hal ini makin menambah kekhawatiran warga.
Dalam mediasi di balai kelurahan, Sekretaris Lurah Sawah Luhur, Adnan, mengaku tidak tahu proyek apa yang tengah dikerjakan. “Kami hanya menampung aspirasi masyarakat,” ucapnya singkat.
Warga tidak menolak pembangunan, namun menuntut transparansi serta perhatian serius terhadap dampak lingkungan dan keselamatan warga sekitar. *(RED)



