SERANG, INST-Media.id – Polisi di Kabupaten Serang bertindak tegas menghadang ratusan truk tambang yang hendak keluar menuju jalan raya di Bojonegara, Banten. Langkah ini diambil karena meningkatnya volume kendaraan berat yang membuat lalu lintas macet parah, terutama saat jam sibuk.
Kapolsek Bojonegara, Iptu Satria Wibowo, memimpin langsung penyekatan di sejumlah titik akses keluar truk tambang. Menurutnya, lonjakan aktivitas truk ini merupakan dampak dari kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menutup sementara tambang di kawasan Parung Panjang, Bogor.
“Banyak truk dari wilayah Jawa Barat yang kini beralih ke Banten. Akibatnya, jalur Bojonegara dan Puloampel jadi padat dan semrawut, terutama saat karyawan pabrik pulang kerja,” ujar Iptu Satria, Selasa (7/10/2025).
Polsek Bojonegara memberlakukan pembatasan jam operasional bagi truk tambang. Truk hanya diperbolehkan keluar dari lokasi galian mulai pukul 16.00 hingga 19.00 WIB untuk menghindari kemacetan saat jam kerja dan jam pulang karyawan.
Kebijakan ini, kata Satria, juga untuk menanggapi keluhan warga yang merasa terganggu oleh lalu lalang truk besar di jalan utama. Penyekatan dan pembatasan ini akan terus dilakukan hingga kondisi lalu lintas kembali normal.
Langkah tersebut diharapkan bisa menekan kemacetan dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat serta industri di wilayah Bojonegara dan sekitarnya. *(RED)



