CILEGON, INST-Media.id – Pemerintah serius mewujudkan dunia kerja yang inklusif! Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama Pemprov Banten dan Baznas menggandeng lebih dari 200 perusahaan untuk membuka akses kerja bagi penyandang disabilitas di kawasan industri Banten.
Langkah konkret diwujudkan Kementerian Ketenagakerjaan dengan menggelar penandatanganan komitmen bersama di Gedung Pusdiklat PT Krakatau Steel, Cilegon, Banten, Rabu (14/5/2025). Acara ini dihadiri oleh ratusan pimpinan perusahaan dari kawasan industri.
Menaker Yassierli menegaskan pentingnya kolaborasi untuk membuka peluang kerja yang setara. “Kami sudah bentuk Direktorat Penempatan dan Tenaga Kerja Khusus Disabilitas. Ini bagian dari reformasi ketenagakerjaan agar semua punya hak yang sama,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa sesuai regulasi, setiap perusahaan wajib menyerap minimal 1 persen tenaga kerja dari kelompok disabilitas. Sayangnya, masih banyak disabilitas yang belum memiliki keterampilan kerja yang memadai.
Untuk menjawab tantangan itu, Baznas digandeng untuk menyiapkan program pelatihan vokasi yang menyasar para penyandang disabilitas. “Baznas luar biasa. Mereka siap bantu fasilitasi pelatihan agar para disabilitas ini punya skill sesuai kebutuhan industri,” lanjut Yassierli.
Selain fokus pada ketenagakerjaan inklusif, Menaker juga menyinggung ancaman gelombang PHK. Pemerintah sudah menyiapkan kebijakan antisipatif, mulai dari pemberian insentif padat karya, sistem peringatan dini (early warning), hingga manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi pekerja terdampak PHK.
“Pekerja yang terkena PHK masih bisa dapat manfaat JKP selama 6 bulan. Mereka juga dapat pelatihan dan uang tunai agar siap kembali bekerja,” tegasnya.
Upaya ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir, bukan hanya dalam regulasi, tapi juga dalam aksi nyata. Banten pun kini jadi model penerapan kerja inklusif di Indonesia. *(RED)



