SERANG, INST-Media.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan normalisasi Sungai Cikambuy, anak Sungai Ciujung, dengan menggunakan alat berat excavator. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesigapan pemerintah daerah dalam penanganan banjir yang melanda wilayah Kecamatan Kibin.
Normalisasi dilakukan menyusul terjadinya sedimentasi atau pendangkalan Sungai Cikambuy yang menyebabkan luapan air saat hujan deras. Akibatnya, banjir sempat merendam Kampung Kemuning RT 12 dan RT 13, Desa Cijeruk, dengan ketinggian air mencapai selutut orang dewasa.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Serang, Nurlailah, mengatakan bahwa normalisasi ini merupakan langkah tanggap darurat untuk mengurangi risiko banjir susulan.
“Hari ini kami melakukan normalisasi Sungai Cikambuy yang melintasi wilayah Kecamatan Kibin. Ini merupakan bentuk kesigapan Pemerintah Kabupaten Serang dalam penanganan banjir,” ujar Nurlailah saat meninjau lokasi normalisasi di Kampung Kemuning, Desa Cijeruk.
Bersama Camat Kibin Asep Saefullah, Nurlailah dan jajaran DPUPR menyusuri area persawahan sepanjang kurang lebih satu kilometer untuk memantau langsung proses normalisasi. Menurutnya, penanganan secara menyeluruh sangat diperlukan guna meminimalisir banjir yang disebabkan oleh pendangkalan dan penyempitan alur sungai.
“Beberapa waktu lalu, saat curah hujan tinggi di Desa Nagara dan Desa Cijeruk, terjadi banjir akibat luapan Sungai Cikambuy. Kondisi sungai sudah melebihi kapasitas tampung karena sedimentasi yang cukup tinggi,” jelasnya.
Nurlailah menambahkan, normalisasi yang dilakukan oleh DPUPR Kabupaten Serang melalui Bidang SDA merupakan penanganan jangka pendek bersifat tanggap darurat. Ke depan, penanganan lanjutan Sungai Cikambuy akan ditindaklanjuti oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Banten, karena sungai tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Kami sudah menyampaikan bahwa Pemda Kabupaten Serang melakukan penanganan darurat meski kewenangannya ada di BBWSC3. Selanjutnya, penanganan jangka panjang akan ditindaklanjuti oleh pihak balai,” terangnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya belum dapat menargetkan waktu penyelesaian normalisasi, mengingat kondisi lapangan yang cukup menantang. Dalam satu hari, pengerukan hanya mampu dilakukan sepanjang 50 hingga 100 meter.
“Di lapangan terdapat banyak hambatan, seperti pohon yang harus ditebang dan sedimentasi yang cukup tinggi, sehingga proses pengerukan membutuhkan waktu lebih lama,” paparnya.
Sementara itu, Camat Kibin Asep Saefullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah–Muhammad Najib Hamas, serta DPUPR Kabupaten Serang yang telah bergerak cepat membantu warga terdampak banjir di Desa Cijeruk dan Desa Nagara.
“Hari ini kami berterima kasih karena sudah diturunkan alat berat untuk normalisasi. Semoga upaya ini dapat membantu penanganan tanggap darurat banjir di Kecamatan Kibin,” ujarnya.
Asep berharap, meskipun banjir tidak dapat diprediksi sepenuhnya, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dapat mengurangi dampak banjir ke depan.
“Kami berharap ke depannya banjir tidak separah sebelumnya, meski curah hujan masih menjadi faktor utama,” pungkasnya.



