Friday, June 5, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenPIK 2 Dicap Penjajahan Gaya Baru, Nelayan Serang: Kami Akan Lawan Sampai...

PIK 2 Dicap Penjajahan Gaya Baru, Nelayan Serang: Kami Akan Lawan Sampai Akhir!

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

SERANG, INST-Media.id – Penolakan terhadap proyek Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) di Banten semakin memanas. Seorang nelayan asal Serang, Kholid, menyebut proyek PIK 2 sebagai bentuk penjajahan gaya baru yang harus dilawan karena dinilai merugikan masyarakat dan merusak lingkungan.

Kholid bersama puluhan warga menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Banten, Selasa (29/4/2025). Mereka membawa poster bertuliskan “Rakyat Banten Lawan Oligarki” dan menolak keras kehadiran proyek PIK 2 yang menurut mereka penuh intimidasi dan kriminalisasi.

Baca juga:  Demo Mahasiswa Untirta Tolak RUU Polri di Serang Berujung Ricuh

Kholid menyebut proyek tersebut menyengsarakan rakyat kecil, merampas lahan warga, dan bahkan menutup aliran sungai. Ia menyoroti tindakan kriminalisasi terhadap dua warga, Charli Chandra dan Haji Puad, yang menolak menjual tanahnya ke pihak PIK 2.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Kepolisian seharusnya berpihak kepada rakyat, bukan pada oligarki,” tegas Kholid dalam orasinya.

Dalam aksi itu, Kholid didampingi oleh tokoh nasional Said Didu. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini menyebut bahwa PIK 2 telah menjadi alat kekuasaan yang mengintimidasi warga dan mengendalikan sejumlah pihak, mulai dari aparat hingga kepala desa.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Tanah-tanah di Banten dikuasai perlahan oleh proyek ini, dan masyarakat ditekan dengan berbagai cara,” kata Said Didu. *(RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular