Thursday, June 4, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenJalan Rusak Bikin Ngeri! Ibu Hamil di Pandeglang Harus Naik Perahu dan...

Jalan Rusak Bikin Ngeri! Ibu Hamil di Pandeglang Harus Naik Perahu dan Ditandu Demi Melahirkan

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

PANDEGLANG, INST-Media.id – Miris! Seorang ibu hamil di pelosok Pandeglang, Banten, harus melewati perjalanan ekstrem demi bisa melahirkan di puskesmas. Gara-gara jalan rusak parah, Wiwin (29), warga Kampung Ciluluk, Desa Leuwibalang, terpaksa menyusuri sungai dengan perahu nelayan, lalu ditandu beramai-ramai sebelum akhirnya dijemput ambulans.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (29/5/2025) pagi, ketika kontraksi mulai terasa. Keluarga dan warga sekitar panik karena kendaraan roda empat tak bisa masuk ke desa akibat kondisi jalan yang licin dan berlumpur usai diguyur hujan. Akhirnya, opsi paling aman adalah menyeberangi anak sungai menggunakan perahu, yang memakan waktu sekitar dua jam.

Baca juga:  Detik-detik Penyelamatan Ibu Hamil Terisolasi Banjir Pandeglang, Berjuang Melawan Arus 5 Km!

“Ini bukan pertama kalinya. Setiap ada warga yang sakit atau mau melahirkan, kami selalu gotong pakai tandu dari sarung, lalu naik perahu. Mobil tak bisa masuk,” ujar Angga Permana, anggota Badan Permusyawaratan Desa Leuwibalang.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Setelah sampai di titik aman, Wiwin langsung dipindahkan ke dalam ambulans dan dibawa menuju Puskesmas Cikeusik untuk menjalani proses persalinan. Hingga berita ini diturunkan, Wiwin masih berada dalam penanganan medis dan warga masih menunggu kabar persalinannya.

Baca juga:  Viral! Perjuangan Warga Bayah Bantu Ibu Hamil Lewati Jalan Bukit dan Berlumpur

Angga menambahkan, kondisi ini sudah berlangsung puluhan tahun. Warga merasa diabaikan karena pembangunan jalan tak kunjung terealisasi. “Kami minta perhatian serius dari pemerintah daerah dan provinsi. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak,” tegasnya.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Dari kisah ini, perjuangan Wiwin bukan sekadar cerita tentang seorang ibu yang hendak melahirkan, tapi menjadi pelajaran nyata betapa pentingnya akses infrastruktur bagi layanan kesehatan. Harusnya, di era modern seperti sekarang, tak ada lagi warga yang harus bertaruh nyawa hanya untuk mencapai puskesmas.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah maupun pusat, bahwa pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat. Semoga kejadian serupa tidak terus terulang, dan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih sigap dan tanggap terhadap kebutuhan warga di pelosok. *(RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular