Friday, June 5, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaSerangKasus Pelajar Serang Koma: Diduga Korban Kekerasan Polisi, Begini Reaksi Pihak Sekolah

Kasus Pelajar Serang Koma: Diduga Korban Kekerasan Polisi, Begini Reaksi Pihak Sekolah

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

SERANG, INST-Media.id – Kasus pelajar Serang yang koma usai diduga menjadi korban kekerasan polisi terus menuai sorotan publik. Korban bernama Violent Agara Casttilo (16), siswa kelas XI SMKN 2 Kota Serang, sudah empat hari terbaring koma setelah terkena lemparan helm oleh oknum polisi saat razia balap liar di kawasan KP3B, Minggu (24/8/2025) dini hari.

Baca juga:  Heboh Serang: Remaja 16 Tahun Luka Parah, Dugaan Penganiayaan Polisi Mencuat

Polda Banten menetapkan Bripda MA sebagai terduga pelaku. Meski disebut spontan karena menduga motor korban hendak menabrak petugas, kasus ini tetap berlanjut ke proses hukum. Saat ini Bripda MA ditahan di tempat khusus (patsus) dan menunggu sidang etik.

Kabar Agara koma membuat pihak sekolah merasa kehilangan. Wakil Kepala Sekolah SMKN 2 Serang bidang kurikulum mengaku baru mengetahui insiden itu dua hari setelah kejadian. Menurut guru dan teman-temannya, Agara dikenal sebagai siswa yang rajin, santun, dan tidak pernah bolos.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Agara anak yang sopan, rajin, dan berprestasi. Kami sangat kehilangan atas peristiwa ini. Padahal dia tinggal selangkah lagi menuju kelulusan, tapi harus mengalami nasib seberat ini,” ujar Erminawati, Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, Rabu (27/8/2025).

Baca juga:  Terungkap! Pelajar Serang Koma Usai Diduga Dihantam Helm Polisi, Begini Respons Polda Banten

Namun, pihak sekolah belum bisa menjenguk langsung karena rumah sakit membatasi kunjungan. Informasi dari keluarga menyebut kondisi Agara kritis dan kesadarannya menurun drastis. “Kata pamannya, kesadarannya tinggal 3 persen. Kami semua berharap dia segera pulih,” tambah Erminawati.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Sebagai bentuk kepedulian, sekolah juga menggalang bantuan sukarela dari guru dan siswa untuk meringankan beban keluarga korban. “Semoga Agara bisa segera sadar, kembali bersekolah, dan menjadi kebanggaan orang tuanya,” pungkasnya.

Kasus ini menambah sorotan publik terhadap tindakan aparat dalam menangani balap liar. Di sisi lain, keluarga korban kini hanya bisa berharap kondisi Agara yang mengalami keretakan tengkorak akibat benturan benda tumpul bisa segera membaik. *(RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular